Sekilas Kopi Luwak


Kopi Luwak Elgibrany
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.

Konsumsi kopi menempati peringkat kedua di dunia setelah air minum. Indonesia masuk dalam 3 besar negara pengekspor kopi di dunia setelah Brazil dan Kenya. Satu jenis kopi yang sangat populer dan fenomenal di kalangan penikmat kopi seluruh dunia, yaitu Kopi Luwak, satu-satunya kopi yang berasal dari Indonesia sejak pemerintahan Hindia-Belanda dan diyakini memiliki cita rasa paling tinggi di seluruh dunia.

Kopi Luwak adalah biji kopi robusta atau arabika yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan Luwak, binatang sejenis musang (civet) atau dikenal juga sebagai luak, musang atau rase, gemar memakan buah-buahan yang cukup baik termasuk kopi. Kegemaran mereka dalam menyantap biji-biji kopi menjadikan mereka mampu memilah biji kopi dari buah kopi terbaik. Setelah dimakan, luwak-luwak tersebut membuang kotoran yang di dalamnya masih terdapat biji kopi yang masih utuh, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut mereka. Satu riset dari Kanada membuktikan bahwa kandungan protein yang terdapat di perut luwak menjadikan biji kopi berfermentasi dan matang lebih sempurna. Hal itulah yang membuat rasa Kopi Luwak diyakini benar-benar enak, padat dan spesial.

Luwak memilih buah kopi yang mempunyai tingkat kematangan yang optimum berdasarkan rasa dan aroma serta memakannya dengan mengupas kulit luarnya dengan mulut, lalu menelan lendir serta bijinya. Biji kopi yang masih terbungkus kulit ari yang keras (kulit tanduk/parchment) tidak hancur dalam pencernaan luwak karena system pencernaan luwak yang sederhana sehingga saat keluar bersama feses biji kopi masih utuh terbungkus kulit tanduk. Pada saat biji berada dalam system pencernaan luwak, terjadi proses fermentasi secara alami selama kurang lebih 10 jam.

Prof. Massiomo Marcone dari Guelpg University, Kanada, menyebutkan fermentasi pada pencernaan luwak ini meningkatkan kualitas kopi karena selain berada pada suhu fermentasi optimal 24 – 260 Celcius juga dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada pada pencernaan luwak. Kandungan protein kopi luwak lebih rendah ketimbang kopi biasa karena perombakan protein melalui fermentasi lebih optimal. Protein ini berperan sebagai pembentuk rasa pahit pada kopi saat disangrai sehingga kopi luwak tidak sepahit kopi biasa karena kandungan proteinnya rendah. Komponen yang menguap pun berbeda antara kopi luwak dan kopi biasa. Hal tersebut membuat aroma dan citarasa kopi luwak sangat khas. Proses fermentasi tak lazim oleh luwak ini membuat sebagian orang enggan mengkonsumsinya karena jijik atau takut. Padahal menurut Massimo, kandungan bakteri pada kopi luwak yang telah dioven lebih rendah daripada kopi dengan proses biasa.

"Kopi Luwak" sekarang telah menjadi merek dagang dari sebuah perusahaan kopi. Umumnya, kopi dengan merek ini dapat ditemui di pertokoan atau kafe atau kedai seperti di Mall Atrium di daerah Senen, atau Mall Ciputra, Grogol, Jakarta yang terdapat Cafe "Kopi Luwak". Namun belum tentu racikan kopi yang dijual disana benar-benar berasal dari luwak atau tepatnya "kotoran" luwak.

Peringkat Harga Kopi di Dunia versi Forbes

    * Kopi Luwak (Indonesia, $ 160/lb)
    * Hacienda La Esmeralda (Panama, $ 104/lb)
    * Pulau St Helena Coffee Company ($ 79/lb)
    * El Injerto (Guatemala, $ 25-50/lb )
    * Fazenda Santa Ines (Brazil, $ 50/lb)
    * Jamaica Blue Mountain ($ 49/lb)
    * Los Planes (El Salvador, $ 40/lb)
    * Kona ($ 34/lb)
    * Starbucks Rwanda Blue Bourbon ($ 24/lb)
    * Yauco Selecto AA (Puerto Rico, $ 22/lb)
    * Sao Fazenda Benedito (Brazil, $ 21/lb)

(elgibrany | dari berbagai sumber)

Sumber: Elgibrany

No comments

Powered by Blogger.